Selamat Jalan Bitcoin dan Mata Uang Kripto

Onetotech.com – Beberapa bulan belakangan heboh dengan menurunnya harga Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Penyebabnya tidak lain adalah karena 4 Raksasa internet seperti Google, Facebook, Instagram dan Twitter akan menyingkirkan peredaran iklan mereka. Ini berlaku mulai pada bulan juni mendatang, dimana twitter yang juga baru mengikuti jejak Google, facebook dan instagram. Bisa di katakan bahwa riwayat Bitcoin dan mata uang kripto tinggal beberapa bulan lagi, karena setelah itu bisa jadi akan lenyap.

Dengan adanya kampanye Google, facebook, instagram dan twitter yang akan melarang iklan Bitcoin dkk.  Mata uang kripto ini bisa di katakan menurun drastis sejak beberapa bulan belakangan. Ini terbukti dari data yang beredar sejak januari lalu, bahwa harga bitcoin menurun drastis dan dalam waktu yang begitu cepat.

Pada Januari awal tahun 2018 lalu harga bitcoin turun drastis hanya dalam waktu satu jam saja. Penurunan ini disebabkan para investor yang memonitor peringatan dari sejumlah regulator dan meningkatnya tindakan keras terhadap pasar mata uang virtual di China. Mengutip CNBC, penurunan tajam terjadi pada harga bitcoin, hinggan mencapai titik terendahnya dalam 1,5 bulan.

Selain itu, harga ethereum dan ripple juga menurun secara signfikan. Data Coindesk menunjukkan, harga bitcoin sempat turun ke level di bawah 12.000 dollar AS untuk pertama kalinya sejak 5 Desember 2017. Harga bitcoin sempat menyentuh level 11.685,24 dollar AS atau setara sekitar Rp 156,579 juta. Angka tersebut turun lebih dari 10 persen dibandingkan posisi pada 1 jam sebelumnya.

Dari Naik Tajam Hingga Turun Drastis

Berdasarkan data CoinMarketCap, harga ethereum turun 18 persen menjadi 1.090,96 dollar AS atau setara sekitar Rp 14,61 juta. Harga ripple juga turun hampir 26 persen menjadi 1,37 dollar AS per token, setara sekitar Rp 18.358. Harga bitcoin kini berkisar 11.992 dollar AS atau setara sekitar Rp 160,69 juta.

Baca Juga : Bahaya ! Virus Ransomware Doublelocker Serang Android

Pada januari awal tahun lalu, otoritas di China dikabarkan berencana memblokir akses domestik untuk platform mata uang virtual China maupun asing yang memungkinkan perdagangan secara tersentralisir. Regulator juga akan membidik individu maupun perusahaan yang memberikan layanan terkait perdagangan yang bersifat tersentralisir.

Pada Desember 2017, harga bitcoin melonjak ke rekor tertingginya, yakni 19.343 dollar AS atau setara sekitar Rp 259,19 juta. Namun, sejak saat itu menurun secara gradual. Pada bulan Desember pula, sejumlah bursa berjangka mata uang virtual muncul, antara lain oleh CME dan Cboe. Hingga Selasa pagi waktu setempat di bulan desember 2017, indeks bitcoin pada Cboe turun lebih dari 12 persen.

Adapun pada CME turun lebih dari 13 persen. “Penurunan ini tampaknya disebabkan kurangnya pembeli di Asia,” ujar Mati Greenspan, analis senior di eToro. Ia menjelaskan, Jepang dan Korea Selatan biasanya mendominasi perdagangan pada pasar mata uang virtual. Namun, dalam beberapa hari terakhir, volumenya berkurang, di mana pada hari itu (16/1/2018) penurunan volume dari kedua negara tersebut turun 30 persen. Korea Selatan pun dilaporkan tengah menyusun aturan untuk melarang perdagangan mata uang virtual pada Bulan desember 2017 di minggu terakhir. Ini membuat harga bitcoin dan sejumlah mata uang virtual lainnya anjlok secara dramatis.

Bitcoin dan Mata uang Kripto Riwayatmu Kini

Kabar terbaru datang dari twitter, Mereka kini juga melarang iklan bitcoin dan mata uang kripto di platformnya. Sontak ini membuat Harga Bitcoin makin anjlok drastis. Setidaknya turunnya harga bitcoin ini sekitar 7% pada hari senin 23/3/2018 waktu setempat.

Penyebab turunnya harga bitcoin ini adalah adanya gelombang ketidakpastian pengaturan selama berpekan-pekan hingga pelarangan iklan oleh perusahaan teknologi seperti google, facebook dan instagram.

Menurut laporan laman CNBC pada hari ini, Selasa (27/3/2018), bitcoin diperdagangkan pada level hampir 7.886 dollar AS atau setara sekitar Rp 108,3 juta. Berdasarkan data Coinbase, posisi ini jauh lebih rendah dibandingkan posisi sehari sebelumnya. Sejak awal tahun ini, harga bitcoin sudah anjlok lebih dari 42 persen.

Baca Juga : Google Play Instant, Mencoba Game Android Tanpa harus Install Aplikasi

Di permulaan tahun 2018, harga bitcoin masih bertengger di level 13.000 dollar AS. Pada Senin waktu setempat, Twitter pun mengumumkan bakal melarang iklan mata uang virtual ini. Langkah pelarangan iklan bitcoin ini sebelumnya dilakukan oleh Google dan Facebook untuk mencegah tingkat kejahatan dalam penerbitan koin perdana (initial coin offering/ICO).

Pendiri platform CoinFi, Timothy Tam mengatakan bahwa “Berita terkait larangan (iklan) Twitter tampaknya adalah kontributor signifikan aksi jual secara dalam”.

Pada tahun ini, harga bitcoin anjlok setelah ada kabar pengumuman larangan iklan. Harga bitcoin merosot 12 persen pada akhir Januari 2018 setelah Facebook menyatakan akan melarang semua iklan yang mempromosikan bitcoin dan mata uang kripto. Setelah itu Google juga mengumumkan pembaruan kebijakan layanan keuangannya pada Maret 2018 ini. Google akan melarang iklan mata uang virtual dan konten terkait mulai Juni 2018.

Jadi, apakah menurut anda bitcoin dan mata uang kripto akan hilang ? Bisa saja terjadi karena selama ini bitcoin menjadi tempat untuk para penjahat mencuci uang hasil kejahatannya. Dan bukan hanya, ada banyak kasus penipuan yang memanfaatkan kepopuleran bitcoin di masa jaya jayannya.

Last Modified : 2018-03-27